Pagi besoknya, kami bersiap menuju tempat liburan yang telah lama kami rencanakan. Aku pun cari info tentang minibus untuk membawa kami semua. Jarak antara hotel dan A’Famosa Resort itu kira 40km. Untuk minibus, sekali hantar, RM 120. Untuk taxi, RM 50. Kami akhirnya naik taxi. Kami berangkat dari hotel jam 09.00 waktu setempat. Sampai di pintu gerbang masuk, kami harus ngisi formulir (khusus untuk warga asing). Terus langsung diantar sopir taxi ke water world yang bersebelahan dengan Animal Safari World. Ticketnya untuk dewasa RM 40, dan kanak-kanak RM 30. (batasan kanak-kanak adalah sampai dengan 12 tahun)
Suasana di A’Famosa Water World tak jauh beda dengan water theme park yang ada di Indonesia. Secara keseluruhan masih lebih bagus Sunway Lagoon. Anak-anak yang paling senang.. Hampir seharian penuh kami menghabiskan waktu berendam di air. Ada wahana body sliding, yang cukup menegangkan perut, kolam dengan ombak buatan, tube sliding, dan beragam mainan dalam air.Membawa makanan dari luar dilarang, tapi banyak juga pengunjung yang mempersiapkan diri dengan makan siang. Meskipun banyak penjual makanan disana, yang rata-rata makanan ringan. Untuk nasi, yang tersedia hanya nasi lemak. Nasi yang pake santan itu. Jadi ada baiknya kita bawa makanan dari luar, masukin back pack. Aman dan nyaman, sesuai selera. Pengunjung di sana sangat beragam, ada yang dari Taiwan, Singapura, Indonesia, Thailand, India dan warga Malaysia. Yah, semua komunikasi sebisa mungkin menggunakan bahasa Inggris. Benar-benar merupakan tempat berlibur bagi seluruh keluarga.Kami pulang dari Water World sekitar jam 17.00. Sampai di kota Melaka sudah gelap. Dan kami memutuskan untuk mencoba Pizza Hut yang ada di Mahkota Parade. Meski katanya franchise itu dijamin rasanya, pada kenyataannya selera orang Malaysia tidak sama dengan selera saya. Garlic Breadnya kurang gurih (jika dibanding dengan yang ada di Indonesia). Trus Pizzanya juga kurang variatif, apalagi spagettinya. Pokoknya kurang memuaskanlah.. Malam itu kami jalan-jalan dengan jalan kaki aja sampai capek trus balik lagi ke hotel.. tidur.Besok paginya, kami jalan kaki lagi ke benteng peninggalan Portugis, A’Famosa. Ada pemakamam orang-orang Belanda. Sedikit belanja di Carefour. Istirahat untuk persiapan pergi lagi ke A’Famosa. Kali ini kami pengin mengunjugi Cowboy Town. Melewati malam tahun baru di Cowboy Town.
Sekali lagi kami naik taxi untuk pergi kesana. (Aku enggak lihat ada transportasi umum lain yang bisa membawa kita sampe ke sana). Kami berangkat sekitar jam 18.00 dari hotel. Begitu sampe di sana, kami langsung beli ticket masuk. Waktu itu disodorin harga ticket untuk beberapa paket. Eh, begitu sopir taxinya ngomong ini dari Indonesia, langsung digantinya daftar harga yang tadi disodorkan. Rupanya harga ticket untuk foreigner lebih mahal.. Bisa gitu ya? Katanya, arena hiburan ini diperuntukkan untuk warga Malaysia. L OK, gak masalah, karena udah sampe disana ya.. beli aja. Di gerbang pintu masuk, ada wanita-wanita yang menari tarian ala cowboy town, dengan iringan musik country. Cowgirl dengan wajah oriental ! Sambil ngantri kami menikmati sajian itu, meski hari sudah mulai gelap. Begitu sampai pintu, ada photographer yang siap mengambil gambar kami satu per satu, dengan meletakkan topi cowboy diatas kepala + burung beo.
Memasuki arena Cowboy Town, yang memang khusus dibuka pada malam hari itu, kita seperti berada di kota jaman cowboy-cowboy itu. Dengan rumah-rumah dari papan, bar, kantor sheriff, berikut arena pasar malamnya. Yah, kembali ke kota-kota lama di Amerika, dengan wajah-wajah asia.. hahaha…Malam itu kami langsung menuju ke cinema 4D. Pengalaman yang sungguh menakjubkan. (Karena selama ini baru nonton yang 3D, itupun di IMAX teather). Anak-anak merasa senang. Kesenangan itu terus berlanjut ketika kami nonton parade. Dibuka dengan pertunjukan suku Indian, yang lagi-lagi dengan wajah oriental.. terus berlanjut dengan parade cowboy berkuda, burung merpati, ayam, gajah, unta, anjing, orang utan, tarian melayu, kendaraan hias dengan lampu kelep-kelip, dan akhirnya ditutup dengan pesta kembang api menyambut tahun baru. Di kota itu kami bias menikmati suasana malam yang bener-bener meriah. Pengunjung dari berbagai negara asia datang untuk bersenang-senang. Kami menari dan bernyanyi bersama. Seolah tiada batas-batas negara. Kami hanyalah penduduk dunia. Penduduk planet Bumi.Perjalanan kali ini membawa kesan tersendiri bagiku dan keluargaku. Meski cuma 4 hari, kami cukup puas dan terhibur. Lepas dari segala kesibukan di tempat kerja, berkumpul dan bergembira bersama keluarga.
Perjalanan berikutnya, sudah kami rencanakan. Rencananya kami akan lebih jauh. Kami berencana ke Ipoh.Terkadang terfikir olehku, ketika anak-anak sudah beranjak dewasa nanti, mereka akan bercerita tentang perjalanan yang telah kami lewati bersama. Semoga menjadi pengalaman yang berharga buat mereka.