Amoy

14 05 2008

Ketika aku bertemu denganmu untuk yang pertama kali,
Kesan pertama yang aku dapat darimu, kamu adalah orang yang keras kepala..
Ketika berjabat tangan denganmu, aku perhatikan tanganmu..
Ada bekas luka di pergelangan tanganmu, dan terpikir olehku kamu pernah coba mengakhiri kehidupanmu..
Ada banyak sayatan juga di tanganmu, dan aku berpikir kamu pecandu berat..
Aku ngelihat kehidupanmu yang sarat dengan kepahitan..
Tatto, luka dan sayatan di tubuhmu adalah gambaran kehidupan yang telah engkau lalui..
Kamu berusaha lari dari kenyataan hidup yang berat dengan itu semua..
Kamu hidup dalam impian, tapi penuh ketakutan untuk mewujudkan impian itu..

Moy, hidup ini indah..
Ketika kamu berfikir tentang indahnya kehidupan..
Hidup ini penuh makna..
Ketika kamu merasa kehadiranmu dibutuhkan orang lain..
Hidup ini penuh dengan cinta..
Ketika kamu mau berbagi cinta..

Coba renungkan sejenak..
Apa yang telah kamu lakukan..
Apa yang telah kamu usahakan..
Apa yang telah kamu persiapkan..
Apa yang telah kamu capai..
Demi Impianmu..

Genggam erat impian itu..
Jangan biarkan apapun mencuri impian itu..
Jaga dan pelihara impian itu..
Dan ketika semangatmu menurun, pikirkan kembali impian itu..
Penuhi pikiranmu dengan impian itu..

Moy,
Aku pengin ngelihat kamu hidup bahagia..
Penuh dengan keceriaan..
Penuh dengan cinta..

Semoga tahun-tahun mendatang adalah tahun-tahun yang memberimu kebahagiaan..
Semoga tahun-tahun yang berlalu menjadikanmu semakin dewasa..
Semoga dengan kedewasaan itu kamu makin bijaksana..
Semoga itu semua menjadi bekal bagimu melewati luasnya samudra kehidupan..

Selamat Ulang Tahun Moy..
Aku,
yang ingin selalu melihat senyummu hiasi bibirmu





Love Story (2)

15 02 2008

Cintaku yang satu ini benar2 membawaku pada kedewasaan. Dia gadis yang sederhana, sedikit tomboy dan ‘cengengesan’. Namanya Ana. Awalnya kami hanya berteman biasa aja.. Eh, entah kenapa akhirnya aku jadi seneng ama dia. Mungkin karena ‘cengengesan’nya itu.. Kami gak pernah menentukan hari jadian kami. Semuanya berjalan apa adanya. Bener2 Happy deh pokoknya.. Kami jalan bersama,.. Setiap ada kegiatan selalu berdua..
Pagi aku jemput dia.. Pulang aku anterin lagi.. Tukang ojek yang paling berbahagia di dunia.
Dan pada malam2 aku datang kerumahnya, kami selalu duduk di teras berdua..  Berbagi cerita2.. Aku genggam tangannya, sambil menatap bintang.. Hari2 yang indah..
Aku benar2 mencintainya..
Seiring waktu berjalan, aku mulai kehilangan rasa percaya diri.. Nilai2 akademisku ancur.. Gara2 aku musuhin guru fisika.. [padahal dia guru pengganti].. Dan terus merosot rasa percaya diriku karena ngeliat nilai Ana yg jauh lebih bagus dibanding aku. Aku bener2 ancur..
Gimana aku bisa menghidupi dia nantinya, klo nilaiku ancur kayak gini..
Dengan berat hati aku harus melupakan dia,.. Sakit rasanya.. Aku pengin membahagiakan dia tapi aku gak yakin, apa aku bisa.. Mungkin aku bukan pria yang pantas buat Ana. Aku terus berusaha menghindarinya..
Ini semua harus aku lakukan, karena aku mencintainya..
Ok, aku harus buktikan klo aku bisa.. Dan akupun pergi jauh,.. aku ingin menemukan rasa percaya diri yang hilang.
Setelah menunggu 1 tahun, akhirnya muncul titik terang.. Aku sudah diterima bekerja di perush. yang cukup menjajikan masa depan.
Aku ingin cepat2 pulang.. mencari dimana Ana.. dan ingin cepat2 bertemu dengannya untuk mengatakan “Aku sekarang sudah siap”, “Aku sekarang lelaki sepenuhnya”..
Akupun pulang ke rumah itu. Dengan teras yang tak pernah bisa aku lupakan. Waktu itu mama Ana yang menemuiku. Beliau mengatakan, klo Ana sekarang sedang berada di kota lain. Dan waktukku waktu itu tidak lama. Aku harus segera kembali bertugas. Aku gak sempat menemuinya.
Saat kembali aku ke tampatku bekerja, aku berusaha memberi kabar ke Ana. Yah, karena setelah lebih dari 2 tahun gak ketemu, isinya cuman say hello aja. Sambil liat responnya gimana..
Aku mendapat kesan klo Ana sudah punya pasangan yang lain.. Pria yang mungkin lebih baik daripada aku.
Surut lagi deh PD-nya..
Padahal semua yang aku lakukan itu adalah suatu kesalahan. Harusnya aku ngomong terus terang ke Anna, apa yang aku rasakan waktu itu. Dan bukan malah menyimpannya sendiri. Keinginanku untuk membahagiakannya, jadi malah menyakitinya.
Saat aku memandang bintang di langit, aku selalu ingat Ana.. Lagi ngapain ya dia sekarang?
Hatiku berontak tapi mulutku kelu.. Goblok bener rasanya..
Hari berlalu berganti bulan, bulan berganti tahun. Aku punya kesempatan untuk menemuinya.. Tapi semuanya sudah terlambat. Aku sudah punya pasangan hidup.
Teruailah sudah semua apa yang aku rasakan, apa yang aku impikan, tapi tetep aja gak ada gunanya..
Aku mencintainya, tapi aku tak dapat memlikinya.. Tapi aku berjanji akan selalu menjaganya..
Bagian hidupku yang ini, memang jadi pengalaman yang merubah pola pikirku.
Sampe sekarang, di usia yang lebih dewasa, dan berfikir dewasa juga, aku masih sering berhubungan dengan Ana, meski ribuan kilometer jarak yang terbentang antara kami berdua. Dan hubungan itu sekarang seperti hubungan keluarga. Kami bersaudara. Saling jaga, bicara keluarga masing2,.. Keindahan cinta yang lain..
Dia pun sudah mempunyai pasangan hidup. Aku bisa melihatnya bahagia..
Mungkin inilah jalan yang terbaik yang diberikan Tuhan untuk kami.

Aku bahagia dengan limpahan cinta yang aku miliki. Limpahan cinta dari pasangan hidupku.. Limpahan cinta dari anak2-ku.. Dan klo boleh aku tulis, limpahan cinta Ana.





Love Story (1)

15 02 2008

Hatiku diliputi banyak cinta. Dan aku bahagia karenanya.

Pertama kali aku jatuh cinta pada seorang gadis yang mempunyai sifat lembut dan lebih dewasa.
Namanya Tiwi. Hatiku berdebar saat ketemu dia. Dan akupun jadi salah tingkah..
Setiap apa yang aku kerjakan, di kelas, selalu ingin jadi perhatian dia..
Aku begitu lugu, dan polos.. Jantungku berdetak lebih kencang kalo dia udah mulai ngajak ngomong..
Yang paling aku inget, ketika aku diundang kerumahnya..

“Mainlah kerumah besok.. “
“Tapi kan besok malam minggu? Gak papa aku ke rumah?” jawabku sambil grogi.
Jawaban macam apa itu? Hahahaha.. Kok itu pula yang keluar dari mulutku.
Aku harus menunggu dua tahun lebih untuk dapetin cintanya..
Tapi itupun usianya gak sampe 1 minggu. Karena gak lama setelah ungkapkan klo kita jadian, dia kirim surat ke aku yang isinya putus.. wuik! dengan alasan aku mendua dengan gadis lain.
Padahal aku belum sempat apel malam minggu.
Lho kok.. Dasar aku lugu banget, aku datengin dan aku tanyain, siapa orang yang ngobral cerita gombal itu.
Dia jawab, temenku sendiri. Semua temen deketku aku interogasi satu-satu. Sampe temen dekatku sendiri Alex aku curigai. Sorry Alex,.. [aku gak tahu dimana kamu sekarang berada] gile bener..
Ya udah, aku nangis, kenapa dia tega berbuat seperti itu padaku, apa salahku?
Ok, aku deketin cewe yang dituduhkannya itu. Aku deketin terus sampe aku bisa bonceng cewe itu. Aku ingin dunia tahu klo aku berhubungan dengan cewe itu, seperti yang dituduhkan Tiwi padaku.
Temen-temen Tiwi pada sinis ngeliat aku.
“Lho, bukannya kamu pacaran ama Tiwi?”
“Tanya aja ama dia..” jawabku.
Cuek aja lagi..
Setelah 3 tahun berlalu, ketika aku bisa ketemu Tiwi, dan kita ngobrol panjang.. akhirnya semua terungkap.
Dulu ketika aku dikirimin surat putus itu, dia hanya bermaksud menguji cintaku.. Hah.. [bengong..]
Dia ingin aku waktu itu untuk tetep berusaha dan berjuang membuktikan cintaku padanya..
Ya, mana aku tahu klo itu cuma test doang?
Cara yang aneh.. apa gak cukup waktu 2 tahun aku berusaha?
Aku tetep sakit.. bener2 gak fair.. Sebenarnya iya apa enggak sih? Klo iya, ya iya.. saling jaga..
Apa dia gak merasakan sakit yang sama..?
Dan kisah ini berakhir dengan perpisahan karena ada satu alasan lain, dia merasa kurang pas denganku karena dia 2 tahun lebih tua dariku.. [paling tidak itulah alasannya padaku].





Going Back to Malaysia (4)

23 01 2008

Pagi besoknya, kami bersiap menuju tempat liburan yang telah lama kami rencanakan. Aku pun cari info tentang minibus untuk membawa kami semua. Jarak antara hotel dan A’Famosa Resort itu kira 40km. Untuk minibus, sekali hantar, RM 120. Untuk taxi, RM 50. Kami akhirnya naik taxi. Kami berangkat dari hotel jam 09.00 waktu setempat. Sampai di pintu gerbang masuk, kami harus ngisi formulir (khusus untuk warga asing). Terus langsung diantar sopir taxi ke water world yang bersebelahan dengan Animal Safari World. Ticketnya untuk dewasa RM 40, dan kanak-kanak RM 30. (batasan kanak-kanak adalah sampai dengan 12 tahun)

Suasana di A’Famosa Water World tak jauh beda dengan water theme park yang ada di Indonesia. Secara keseluruhan masih lebih bagus Sunway Lagoon. Anak-anak yang paling senang.. Hampir seharian penuh kami menghabiskan waktu berendam di air. Ada wahana body sliding, yang cukup menegangkan perut, kolam dengan ombak buatan, tube sliding, dan beragam mainan dalam air.Membawa makanan dari luar dilarang, tapi banyak juga pengunjung yang mempersiapkan diri dengan makan siang. Meskipun banyak penjual makanan disana, yang rata-rata makanan ringan. Untuk nasi, yang tersedia hanya nasi lemak. Nasi yang pake santan itu. Jadi ada baiknya kita bawa makanan dari luar, masukin back pack. Aman dan nyaman, sesuai selera. Pengunjung di sana sangat beragam, ada yang dari Taiwan, Singapura, Indonesia, Thailand, India dan warga Malaysia. Yah, semua komunikasi sebisa mungkin menggunakan bahasa Inggris. Benar-benar merupakan tempat berlibur bagi seluruh keluarga.Kami pulang dari Water World sekitar jam 17.00. Sampai di kota Melaka sudah gelap. Dan kami memutuskan untuk mencoba Pizza Hut yang ada di Mahkota Parade. Meski katanya franchise itu dijamin rasanya, pada kenyataannya selera orang Malaysia tidak sama dengan selera saya. Garlic Breadnya kurang gurih (jika dibanding dengan yang ada di Indonesia). Trus Pizzanya juga kurang variatif, apalagi spagettinya. Pokoknya kurang memuaskanlah.. Malam itu kami jalan-jalan dengan jalan kaki aja sampai capek trus balik lagi ke hotel.. tidur.Besok paginya, kami jalan kaki lagi ke benteng peninggalan Portugis, A’Famosa. Ada pemakamam orang-orang Belanda. Sedikit belanja di Carefour. Istirahat untuk persiapan pergi lagi ke A’Famosa. Kali ini kami pengin mengunjugi Cowboy Town. Melewati malam tahun baru di Cowboy Town.

Sekali lagi kami naik taxi untuk pergi kesana. (Aku enggak lihat ada transportasi umum lain yang bisa membawa kita sampe ke sana). Kami berangkat sekitar jam 18.00 dari hotel. Begitu sampe di sana, kami langsung beli ticket masuk. Waktu itu disodorin harga ticket untuk beberapa paket. Eh, begitu sopir taxinya ngomong ini dari Indonesia, langsung digantinya daftar harga yang tadi disodorkan. Rupanya harga ticket untuk foreigner lebih mahal.. Bisa gitu ya? Katanya, arena hiburan ini diperuntukkan untuk warga Malaysia. L OK, gak masalah, karena udah sampe disana ya.. beli aja. Di gerbang pintu masuk, ada wanita-wanita yang menari tarian ala cowboy town, dengan iringan musik country. Cowgirl dengan wajah oriental ! Sambil ngantri kami menikmati sajian itu, meski hari sudah mulai gelap. Begitu sampai pintu, ada photographer yang siap mengambil gambar kami satu per satu, dengan meletakkan topi cowboy diatas kepala + burung beo.

Memasuki arena Cowboy Town, yang memang khusus dibuka pada malam hari itu, kita seperti berada di kota jaman cowboy-cowboy itu. Dengan rumah-rumah dari papan, bar, kantor sheriff, berikut arena pasar malamnya. Yah, kembali ke kota-kota lama di Amerika, dengan wajah-wajah asia.. hahaha…Malam itu kami langsung menuju ke cinema 4D. Pengalaman yang sungguh menakjubkan. (Karena selama ini baru nonton yang 3D, itupun di IMAX teather). Anak-anak merasa senang. Kesenangan itu terus berlanjut ketika kami nonton parade. Dibuka dengan pertunjukan suku Indian, yang lagi-lagi dengan wajah oriental.. terus berlanjut dengan parade cowboy berkuda, burung merpati, ayam, gajah, unta, anjing, orang utan, tarian melayu, kendaraan hias dengan lampu kelep-kelip, dan akhirnya ditutup dengan pesta kembang api menyambut tahun baru. Di kota itu kami bias menikmati suasana malam yang bener-bener meriah. Pengunjung dari berbagai negara asia datang untuk bersenang-senang. Kami menari dan bernyanyi bersama. Seolah tiada batas-batas negara. Kami hanyalah penduduk dunia. Penduduk planet Bumi.Perjalanan kali ini membawa kesan tersendiri bagiku dan keluargaku. Meski cuma 4 hari, kami cukup puas dan terhibur. Lepas dari segala kesibukan di tempat kerja, berkumpul dan bergembira bersama keluarga.

Perjalanan berikutnya, sudah kami rencanakan. Rencananya kami akan lebih jauh. Kami berencana ke Ipoh.Terkadang terfikir olehku, ketika anak-anak sudah beranjak dewasa nanti, mereka akan bercerita tentang perjalanan yang telah kami lewati bersama. Semoga menjadi pengalaman yang berharga buat mereka.

imgp0069.jpg





Going Back to Malaysia (3)

17 01 2008

Kunjungan ke-2 kali ini, aku memanfaatkan libur bersama akhir tahun 2007.
Setelah hampir 2 bulan penuh aku kerja siang malam,.. hehe.. (karena emang harus kerja lembur) aku cari2 tempat liburan yang asyik. Dan aku ketemu tempat yang lumayan bagus.. di Melaka. Jadi emang gak jauh dari tempat tinggalku.. A’famosa Resort !

Kami berangkat tgl. 29 Desember, menggunakan Kapal Motor ‘Malaysian Express’. Kapal berangkat dari pelabuhan Dumai pukul 11.00 WIB. Cuaca cerah, gelombang pun tidak begitu besar. Ditengah2 berita tentang buruknya cuaca bagi pelayaran.. Alhamdulillah.. Kami sampai di Pelabuhan Melaka jam 15.00 waktu setempat. Ada perbedaan waktu + 1 jam. Begitu sampai langsung antri di imigrasi untuk cap pasport. Begitu keluar, kami langsung naik taxi ke Trend Hotel. Taxi dari pelabuhan ke hotel RM 12,00. Hotel yang lumayan bagus dengan harga RM 79,00 per malam, tanpa sarapan pagi. Kami Check In, trus langsung istirahat bentar. Makan siang (sore tepatnya) di hotel, dan mandi. Di sekitar hotel, banyak penginapan2 & hotel mesra. (Hotel Mesra adalah nama / sebutan untuk hotel non kelas atau klo di kita kelas melatilah.. kira2..).

Malam itu kami pergi ke Mahkota Parade Mall, - yang lokasinya tak jauh dari hotel - dengan berjalan kaki. Sambil lihat2 koleksi di Mall, sekaligus lihat pengunjungnya. Lebih banyak etnis Cina terlihat di mall itu, diantara etnis Melayu, India, dan sebagian kecil Eropa. Pemandangan yang cukup menarik.. Kota lama dengan fasilitas modern. Tertib dan nyaman. Ada taman bermain di luar Mahkota Parade dekat persimpangan jalan. (Mungkin karena kunjunganku yang tidak terlalu lama, jadi gak tahu pasti bagaimana kehidupan sehari-hari warga Melaka, aturan2 pemerintah yang mengikat warganya, dlsb.) Dari situ kami nyebrang jalan menuju Dataran Merdeka Mega Mall. Ada yang menarik pas nyebrang jalan, ada pohon2 yang cukup besar yang ditanam di pembatas jalan dua arah. Di pohon itu banyak burungnya. Sesuatu yang enggak pernah aku jumpai di kotaku. Kedua mall itu cukup bagus. Tapi koleksi barang dagangannya gak jauh beda dengan mall2 yang ada di kota2 besar di Indonesia. Begitupun harganya.. Jadi cuman bagus untuk sekedar cuci mata aja..





Going Back to Malaysia (2)

7 01 2008

Hari berikutnya kami mengunjungi Menara Kembar Petronas..  Menara yang menjadi kebanggaan masyarakat Malaysia..  Kompleknya cukup bagus..  dengan taman2 disekitar bangunan2 nya..   Membuat nyaman bagi para pejalan kaki..  Rasanya memang lain..  entah kenapa, begitu tenang, nyaman,..  Ato karena kami pas liburan aja..  gak merasakan hal2 yang menyibukkan di pusat kota..  Dan jarang sekali ditemui kemacetan..

Hari berikutnya lagi kami pergi ke Genting Highland. Daerah pegunungan yang diubah menjadi tempat hiburan bertaraf International.  Dari KL, kami menggunakan tranportasi Bus.  Dan sekali lagi terasa nyaman.  Tempat hiburan itu terdiri atas dua bagian, Outdoor Park dan Indoor Park.  Yang perlu diinget disini, - karena daerah pegunungan - cuaca lumayan dingin.  Jadi perlu persiapan baju hangat..  Wahana2 yang ada hampir sama di tempat2 hiburan (taman rekreasi) yang ada di Ancol..  Ada yang menarik disini, Ice Worldnya..  Bisa maen salju.. Ada juga sih kayak Roller Coaster, Bom2 car,..  4D teather,..  Ada free fall..  Jadi seolah-olah kita terjun bebas dari ketinggian 30000 ft..  dan melayang di udara..  Kami tidak menginap disini..  karena rencana mo terus ke Melaka..  Tapi karena kurangnya informasi, kami tidak dapat bus ke Melaka.  Kamipun balik lagi ke KL..  padahal hari sudah mulai malam.. Kunjungan pertama ini jadi pengalaman yang cukup menarik..  Kita jadi tahu banyak hal..  Klo kita jalan2 ke Malaysia, khusunya KL pas bulan Juni/Juli akan banyak kita jumpai warga timur tengah yang sedang berlibur karena di timur tengah sedang musim panas, dan mereka dapat cuti musim panas selama 3 BULAN !! gilee bener..  Malaysia menggunakan dua bahasa utama Melayu dan English..  jadi untuk komunikasi tidaklah susah2 amat.  Trus mungkin kita butuh charging peralatan elektronik yang kita bawa,  Malaysia memakai standard UK.  Jadi kita akan butuh adaptor kaki tiga,  karena kita pake kaki dua.  Nah masalah financial,  yang aku tahu nih,  kita bisa gunakan kartu kredit atau tarik tunai dari account kita di Bank Mandiri di ATM Malay Bank,  dengan biaya 20 ribu rupiah setiap kali penarikan dan maksimum 1500 RM per hari.  Dan untuk berkomunikasi dengan HP (GSM),  kita bisa beli kartu prabayar DIGI misalnya.  Katanya paling murah di Malaysia..  Kebetulan aku pake Telkomsel aja..  lapor ke Telkomsel sebelum berangkat,  untuk aktifkan International Communication nya..  Beres..  meski agak mahal..  tapi aku gak kehilangan kontak ama temen2 aku..  Eh, klo naik bus di KL,  ada yang pake ticket terusan,  jadi bisa kita pake seharian kemana aja..

Menara Kembar





Going Back to Malaysia (1)

7 01 2008

Setelah lebih dari 1 tahun, akhirnya aku bisa balik lagi berkunjung ke Malaysia.. Kunjungan pertamaku sekitar bulan Juli 2006, dan yang terakhir kemaren pas akhir tahun 2007.

Dari tempat tinggalku, Malaysia - tepatnya Melaka - hanya berjarak 2,5 jam dengan tranportasi kapal motor. Harga ticket pp, untuk Dewasa 310 ribu rupiah, anak2 dibawah 12 tahun, 160 ribu rupiah. Cukup murah jika dibandingin klo aku + keluarga liburan ke Jakarta.

Sampai di Melaka, seperti biasa kita kudu antri untuk cap pasport. Ada tiga lajur yang tersedia: Malaysian Citizens, Foreigner, dan Indonesian Citizens. Aku gak tau kenapa foreignernya dibedakan. Apa emang karena warga Indonesia special, atau karena warga Indonesia butuh treatment khusus..? Setelah selesai urusan administratif itu, dan keluar dari area pelabuhan, langsung terlihat perbedaan yang begitu mencolok antara Malaysia dan Indonesia. Gak ada rebut2an barang bawaan antar portir, gak ada tarik2-an antar sopir angkot ato taxi.. Begitu tertib.. Nyaman rasanya..

Dari pelabuhan Melaka ada organisasi Taxi - yang teroganisir dengan lumayan bagus meski gak pake argo- yang siap mengantar kita kemana aja.. Untuk daerah sekitar kota Melaka, harganya antara 10 ~ 15 RM. (1 RM = 2800 IDR). Dan itu berlaku sama, gak peduli kita pendantang baru ato sering kali ke Melaka.

Kunjungan tahun lalu, aku ama keluarga lansung naik taxi ke “Central” Bus Station. Klo di kita namanya terminal bus lah.. (15 RM). Di terminal itu tersedia makanan/minuman dengan tempat yang nyaman. Tapi makanan yang paling banyak di Melaka ini makanan India. Roti Canai, Kari, dll. Banyak pilihan bus untuk pergi ke Kuala Lumpur.. rata2 harga ticket Melaka-Kuala Lumpur, 9 RM. Perjalanan memakan waktu 2~3 jam. Kita turun di Puduraya Bus Station. Di terminal itu, di lantai atas, ada Puduraya Hotel. Lansung aja kami ambil kamar di situ. Harga kamar mulai dari 88 RM. Lumayan bersih, dan banyak orang Indonesia nginap disitu. Apalagi yang jualan di terminal itu, banyak orang Indonesia. Orang Jawa. Lokasi Hotel ini cukup strategis, klo aku mo ke KL lagi, aku akan nginep di hotel ini lagi.

Malam itu kami langsung jalan2 ke Petaling Street. Jalan ini ditutup untuk lalu lintas kendaraan, hanya untuk pejalan kaki. Di situ berderet pedagang yang menjajakan barang dagangan, jam tangan, baju, dan aksesorisnya.. mainan anak2, makanan, minuman, gantungan kunci, korek api, sandal, sepatu, udah jadi kayak pasar deh.. ada juga yang menjajakan cd/dvd bajakan, meski jualannya sembunyi2.. trus para pedagang itu pake HT, untuk komunikasi antar mereka. Takut ada razia barang ilegal kali ya..

Besoknya, kami pergi ke Sunway Lagoon Water Park. Wow,.. emang anak2 puas maen disitu.. seharian penuh maen air.. gak capek2.. Perjalanan kesanapun enggak susah. Kami naik bus kota aja.. Bus Kota di KL, benar2 nyaman.. jauh nyaman bila kita banyagin naik bus kota di Jakarta. (mgk hampir imbang klo kita naik bus way). Tapi gak pake berdiri..

Sunway Lagoon 





Solidarity

26 11 2007

Aku inget semangat kebersamaan sewaktu aku masih duduk di bangku SMA. “Solidarity Forever”. Tapi sekarang ini, di tempat kerja rasanya sulit untuk menemui kebersamaan itu. Padahal semua departement punya tujuan yang sama, tujuan perusahaan. Tanyaken apa?

Aku jadi malu ketika perush. tempat aku bekerja dibanding2kan dgn. perush. lain (yg sejenis). Dan yg dibandingkan itu bukan masalah gaji yang diberikan perush., tapi kebersamaan antar departemen.

Yang aku rasakan sekarang ini, masing2 individu dlm. tiap departemen punya kepentingan sendiri2, masing2 dgn. ego yg tinggi. Dan yg. jelas berfikir singkat. (maksudnya, sampe kira2 habis masa jabatannya). Aku dan beberapa temen lain - yg. jumlahnya gak begitu banyak - punya masa kerja yg. Insya Allah lebih dari 15 th lagi. Pernah gak mereka berpikir tentang apa yg akan ditinggalkan buat kami? Sebuah kilang dengan peralatan yg sudah kadaluarsa? Mereka meninggalkan barang rongsokan buat kami.. menyedihkan..

Go International dg peralatan Tradisional.. hahaha..

Aku merindukan suasana kerja yg nyaman, penuh rasa kebersamaan dan persaudaraan, dg manajemen yg lebih menekankan pada pemecahan masalah (problem solver) ketimbang manajemen kambing hitam.

Semoga ada perubahan ke arah yg lebih baik. Perubahan yg dapat mengembalikan rasa bangga terhadap perush. Amin.





Relationship (2)

22 11 2007

Setelah lama jadi pikiran, akhirnya aku sampe pada kesimpulan klo semua itu terjadi karena keduanya memang ingin terus menjaga hubungan itu. Dan itupun hanya sampe batas omongan. Ungkapan cinta, sayang, mesra, cumbu, rayu, hanya sebatas kata2. Kata2 itu yang terus menjadi ikatan di antara mereka. Dan hanya itu. Dan kata2 itulah yang mereka dapatkan. Sebuah hubungan yang sulit dimengerti.





Relationship

22 11 2007

Hubungan antar manusia kadang sulit untuk bisa dimengerti. Ada yang menyebutnya “sahabat sejati”, “temen hidup”, “ttm”, dan masih banyak lagi sebutan untuk sebuah hubungan. Dan setiap hubungan yang kita bina, mempunyai ikatan yang mengikat kita. Bagaimana memelihara hubungan itu adalah hal yang lain lagi.

Ada seorang temen (wanita) yang curhat ke aku mengenai “hubungannya” dengan bos-nya. Temen aku itu namanya Annie. Awalnya hubungan mereka biasa saja. Terus jadi lebih akrab karena ada proyek yang harus dikerjakan bersama-sama. Terus dan terus berkembang ke arah yang lain. Ini menyulitkan, mengingat dua-duanya sudah berumah tangga. Bos Annie ini tinggal terpisah dengan istri dan anak2nya, beda kota yang jaraknya cukup jauh, sehingga jarang sekali ketemu. Sementara Annie, sering ditinggal suaminya dinas luar kota. Sama2 jablai.

Dari keakraban yang hanya sekedar ngomong “sayang” saat ketemu, berkembang jadi yang lain. Saling curhat, saling rayu.. Sampe aku tahu, mereka sering melakukan “sex on the phone”. Wow.. Karena klo “real sex” beresiko.. makanya pake cara itu.. Si bos diseberang telpon dengan imajinasinya, sementara Annie di seberang yang lain dengan siap melayani apa yang jadi imajinasi bosnya.

Aku gak ngerti hubungan seperti apa yang mereka jalani. Karena hubungan yang mereka jalin ini, merusak hubungan lain yang sudah ada, yang sudah dibina sebelumya.. Aku pernah sampaikan ama Annie, apakah Annie gak merasa dilecehkan, dengan perlakuan yang seperti itu, jawabannya aneh.. Dia merasa kasihan ama bosnya karena jauh dari istri.. ??? Lho, kok gitu cara berfikirnya? Apa yang dia dapet dari hubungan itu?

Susah untuk dipahami. Apa namanya hubungan itu? Temen? TTM? Apa dasar hubungan itu? Cinta? Nafsu?

Ngapain juga aku pikirin itu.. buang2 energi aku aja.. Aku cuman pengin share aja, klo ternyata ada hubungan yang seperti itu. ???